Segaris bianglala dilangit kelabu senja ini
Tuliskan kisah semu tak berarti
Merah tapi sebatas kaki langit dan sirna
Aku coba artikan semuanya dalam kesendirian
Mataku buram tertutup kegelapan
Berlari kecil tapi jalanku tak bertepi
Nyeri dan perih iringi setiap langkahku
Tinggalkan jejak semerah darah
Apakah ini akan berakhir seperti ini?
Tanpa seorangpun yang menoleh ke sini
Aku menunggu tanpa kepastian
Perlahan menyerah dan pasrah
Siluet jingga hatiku tebar pengharapan terakhir
Malam ini aku terkunci dalam dosa
Aku ucapkan namanya saat aku tersayat luka
Semuanya beku tak ku rasakan apa apa
Inikah kesakitan itu?
Inikah kesepian itu?
Aku terdiam dalam tangisan pilu
Tak rela dia hancurkan impianku
Seperti dewa kematian dia porak porandakan segalanya
Lemparkan aku ke dalam jurang penuh duri
Tuhan, luka ku perih
Aku tak mampu bertahan lagi
Aku menangis
Tapi tak mampu sadarkan dia
Aku menjerit
Tapi tak mampu buat dia berhenti
Tak adakah lagi pertolongan buatku?
Friday, July 16, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment