Sayangku, aku tahu salah bila ku katakan aku tak lagi mencintaimu, aku tak lagi menyayangimu, aku tak lagi merindukanmu. Tapi dalam suatu waktu perjalanan hidup kita ada suatu saat kita harus memilih menjadi sesuatu baik yang kita sukai atau tidak. Semuanya sudah digariskan seperti ini. Tulus aku katakan terima kasih untuk semua yang terindah. Kau terlalu berharga untuk aku sia siakan. Kau terlalu baik untuk terus menjadi bagian dari hidupku. Jangan tunggu aku lagi. Masih banyak hal berharga dalam hidupmu yang bisa kau lakukan. Terkadang kita menilai hidup tidak adil. Tapi aku coba untuk melihat dari sisi yang berbeda. Mungkin dibalik semua ini aku akan menemukan jalan terbaik pada akhirnya. Aku harus bersyukur atas apa yang aku dapatkan hari ini. Berkah itu tidak selalu identik dengan kesenangan, tawa dan bahagia. Berkah itu bisa jadi menjelma menjadi kepedihan, duka dan airmata. Mungkin aku memang naive, egois dan penuh dengan kebohongan. Aku dengan segala kerendahan hati akan menerima semua bentuk kemarahan dan kekesalanmu dengan rela. Kerena itu sudah menjadi konsekuensi dari keputusan ini.
Jujur aku katakan, terlalu berat menjelaskan semuanya. Tapi, tolong, aku harap kau mengerti. Ini sudah menjadi keputusanku. Hidupmu terlalu indah untuk kau habiskan bersama dengan orang seperti aku. Cobalah, melihat dunia hari ini dengan mata hatimu yang jujur. Aku bukan yang terbaik untuk mu. Kalau memang aku belahan jiwamu, jalan untuk kita bersama tidak akan sesulit ini. Tidak akan sebanyak ini pengorbanan kita berdua. Aku terima semua ini dengan penuh kepasrahan. Aku terlalu lelah untuk terus berjuang sendiri dan tak mampu untuk bangkit kembali. Bencilah aku seumur hidupmu. Bang jauh jauh semua tentang aku. Anggap aku adalah mimpi buruk masa lalumu. Esok pasti lebih baij untuk mu dan kita berdua.
Tolong, mengerti tentang hal ini. Aku sudah bukan nadya yang dulu. Aku bukan cintahmu yang sejati. Aku sudah terlalu jauh melangkah meninggalkanmu. Jauh sekali diujung benua tak bertepi. Kau takkan mampu rengkuh aku disini. Selamat tinggal cintahku
Saturday, July 17, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment